Artikel

Hadi Sewu Ayam Suplier Ayam Terbaik

Kriteria Daging Ayam Yang Sehat dan Higienis

Share
Facebook Twitter

Kriteria Daging Ayam yang Sehat - Masyarakat Indonesia banyak mengkonsumsi daging ayam. Tentu kita tahu makanan satu ini masuk dalam kategori lauk-pauk. Rasanya yang enak dan bergizi membuatnya jadi pilihan pas untuk menu utama. Namun, seiring berjalannya waktu ada isu-isu seputar daging ayam yang semakin meresahkan. Dari hari ke hari membuat kita ragu membeli daging ayam. 

Saat membeli pun kita pasti bertanya-tanya, apakah ayam potong ini benar-benar segar, tidak mengandung formalin, dan bukan ayam tiren? Pada dasarnya daging ayam sebenarnya rawan terkena penyakit. Terutama bagi Anda yang tidak cermat memilih ayam saat hendak membeli. Terdapat beberapa kriteria daging ayam yang sehat dan higienis. Tentu nanti akan share pengalaman ini kepada kalian semua.

Hindari Beli Daging Ayam Tiren dan Berformalin

 

Tentu Anda sudah familiar dengan penggunaan formalin untuk membuat daging ayam tahan lama, kan? Ternyata sejak dari peternakan pun ayam yang Anda beli kemungkinan sudah mempunyai kandungan berbahaya. Seperti zat kimia yang tercampur dalam vaksin ataupun makanan. Tak hanya di negara kita, sebenarnya peternakan ayam di seluruh dunia mempunyai masalah yang sama terutama pada penggunaan antibiotik pada ayam. 

Biasanya ayam disuntik antibiotik hingga sodium untuk membuatnya tampak lebih gemuk dan menggiurkan. Namun tidak perlu khawatir, kita juga bisa lebih mudah membedakan beberapa ciri perbedaan antara ayam sehat dan lainnya. Selanjutnya kami akan membuat informasi mengenai kriteria daging ayam yang sehat dan higienis. Untuk memastikan ayam yang Anda beli benar-benar sehat, ikuti tips berikut ini:

  1. Memiliki Kurasi Pasar

Pada saat anda ingin membeli ayam di pasar, pastikanlah pasar tersebut memiliki manajemen yang baik. Terdapat dua jenis pasar, yaitu pasar terbuka dan pasar swalayan. Pasar swalayan sudah pasti memiliki kurasi produk dan pedagang. Karena semua unit barang yang dijual disana sudah melalui berbagai proses. Berbeda dengan pasar terbuka hanya pedagang saja yang memiliki manajemen namun tidak dengan barang dagangannya.

Jadi hanya pedagang itu sendiri lah mengetahui barang dagangannya. Sehingga ayam yang dijual belum bisa dipastikan apakah mengandung bahan pengawet atau tidak. Namun tidak semua terpukul rata, ada juga pasar terbuka yang sudah memiliki kurasi barang. Tak ada salahnya membeli ayam organik yang dijual di beberapa ranch market. Ayam organik ini lebih sehat karena saat masih hidup diberikan pakan yang alami.

  1. Ukuran Ayam Potong

Saat ini banyak ayam berukuran jumbo yang ditemukan di pasar-pasar. Jangan terkecoh karena ukurannya yang besar, karena banyak peternak dan penjual penyuntikan antibiotik agar ukuran ayam menjadi lebih besar dari yang seharusnya. Seharusnya suntikan antibiotik memiliki kadar khusus nya. Ukuran ayam potong yang baik adalah yang berukuran proporsional. Selanjutnya bandingkan ukuran ayam potong dengan usianya.

Kenapa harus membandingkan ukuran ayam potong dengan usia penyembelihannya? Karena logis apabila ayam potong diunduh sebelum masa potong nya pasti daging dan volume berukuran kecil. Dan apabila sudah pada masa unduhnya ayam potong tersebut pasti memiliki volume standar atau bahkan lebih besar. Kriteria daging ayam broiler yang baik adalah tidak terlalu amis dan juga tidak terlalu tawar.

  1. Tekstur Ayam Potong

Daging ayam asli biasanya lebih kenyal, tapi yang disuntik daging tidak begitu keras dan cenderung lembek. Karena cairan dari suntikan tersebut menyebabkan lembek pada tekstur daging. Adapun jika ayam tiren tekstur dagingnya mudah hancur. Dan jika daging ayam berformalin cenderung elastis dan tidak berbau amis. Ayam broiler yang memiliki berat ideal pada usia potong 5-6 minggu.

  1. Aroma Ayam Potong

Kriteria daging ayam yang sehat dan higienis selanjutnya adalah aroma. Aroma atau bau ayam yang disuntik formalin mengandung bau obat yang cukup menyengat. Karena bahan pengawet tersebut memiliki kandungan kimia yang sangat pekat. Sangat berbahaya jika dicampur pada makanan. Umumnya pengawetan makanan yang baik adalah dengan cara memasukan ke dalam lemari pendingin bagian freezer. Atau dengan cara pengasapan.

Hal tersebut berlaku bagi makanan mentah. Sedangkan untuk makanan matang biasanya dipanaskan atau dijadikan manisan. Selain dari itu bukan hanya bau kimia saja yang ditimbulkan zat pengawet namun bau amis menyegat apabila ayam tersebut terlalu lama dibiarkan tanpa pengawet alami.

  1. Warna Ayam Potong

Kriteria terakhir adalah warna, warna ayam potong memiliki ciri khas khusus. Mulai dari kulit, warna kulit ayam potong berwarna putih kekuning-kuningan dan terlihat segar. Apabila warnanya terlalu pekat kuning ayam tersebut telah diberi pewarna alami atau buatan. Dan apabila warnanya putih pucat berarti ayam tersebut sudah melebihi batas makanan mentah atau cenderung mendekati busuk.

Jika kita lihat daging nya, ayam sehat dagingnya berwarna merah muda kecoklatan. Tidak terlalu merah tua apalagi merah muda pucat. Jangan lupa lihat pada bagian kepala apakah terdapat warna pucat kebiruan? Jika iya berarti ayam tersebut mati sebelum disembelih. Dari sekian banyak kriteria, apakah ada salah satu yang pernah kamu temui?

Yuk, lebih berhati-hati saat membeli daging ayam.

Baca Juga Artikel : Tanya Veronika Asisten Virtual dari Telkmsel


Segar Ayamnya Cepat Layanannya
Ada yang bisa kami bantu?