Artikel

Hadi Sewu Ayam Suplier Ayam Terbaik

Cara Memilih Daging Ayam Sehat dan Layak Konsumsi

Share
Facebook Twitter

Cara Memilih Daging Ayam Sehat dan Layak Konsumsi

Daging ayam adalah bahan mentah favorit masyarakat Indonesia, jauh lebih banyak dibandingkan daging sapi. Harganya yang lebih terjangkau dan lebih mudah didapatkan. Selain itu, ada beragam jenis makanan tradisional masyarakat Indonesia yang diolah menggunakan bahan daging ayam. Namun, pada musim tertentu atau menjelang hari perayaan tertentu seperti Lebaran, biasanya kebutuhan akan daging ayam meningkat tajam. Hal ini akan membuat para penjual daging ayam nakal mengambil kesempatan dengan membodohi para pembeli, entah itu menambah zat tertentu agar daging ayam tetap terlihat segar, menyuntik daging ayam dengan air agar lebih berat atau menjual daging ayam yang tidak layak dikonsumsi.

Berikut ini adalah daftar dari hal-hal yang harus Anda waspadai saat membeli dan memilih daging ayam agar mendapatkan daging ayam berkualitas baik, sehat dan layak konsumsi.

  1. Warna Daging

Daging ayam yang baik untuk dikonsumsi adalah daging segar yang terlihat cerah, berwarna putih abu-abu cenderung merah muda, tidak berwarna pucat, mengkilap, kebiru-biruan apalagi sampai berwarna kehitaman. Daging ayam yang mengkilap dan dihindari oleh lalat, berarti mengandung zat pengawet formalin yang berbahaya bagi tubuh manusia. Hindari daging ayam seperti ini!

  1. Aroma atau Bau

Daging ayam segar tidak berbau, jadi bisa dipastikan dengan segera. Jika tercium bau busuk atau bahan kimia atau bau obat, bisa dipastikan daging ayam tersebut tidak layak konsumsi, dan atau mengandung zat formalin atau bahan kimia berbahaya lain. Namun, memeriksa bau ini akan sangat sulit dilakukan jika daging ayam dikemas sytrofoam dan plastik, terutama di supermarket atau pasar swalayan.

  1. Tekstur Daging Ayam

Tekstur daging ayam segar memiliki tingkat kekenyalan sedang. Artinya ketika daging ayam ditekan, maka bentuknya akan segera kembali seperti semula, namun terasa empuk saat ditekan. Tapi jika kulit daging ayam terlihat penyok, cenderung keras, maka daging tidak layak dikonsumsi. Jika tekstur daging ayam sangat kenyal, maka daging ayam mungkin mengandung formalin. Juga perhatikan postur daging ayam, seperti membengkak atau tidak. Daging ayam yang membengkak disebabkan oleh penyuntikan agar menjadi lebih berat dan lebih besar dari ukuran aslinya.

  1. Kemasan Daging Ayam

Jika membeli di supermarket atau pasar swalayan, daging ayam biasanya sudah dibungkus dalam styrofoam berplastik rapat. Perhatikan kemasan tersebut, apabila plastik tidak rapat, kendur atau tampak ada lingkaran-lingkaran bulat di plastik, maka itu artinya kemasan tersebut sudah disentuh banyak orang, atau berada cukup lama di dalam mesin pendingin. Bisa saja mikroba sudah meresap ke dalam plastik.

  1. Darah Daging Ayam

Jika melihat daging ayam yang memiliki banyak sisa darah, sebaiknya hindari memilih daging seperti ini. Daging ayam dengan kondisi seperti ini biasanya sudah disentuh banyak tangan yang memungkinkan bakteri menempel, sudah mengalami pembekuan dan dicairkan beberapa kali.

  1. Irisan atau potongan pada leher ayam

Selain memperhatikan dari kondisi bau, bentuk dan warna daging ayam, ayam tiren juga bisa dikenali melalui irisan atau potongan pada leher ayam yang biasanya tidak lebar dan asal-asalan. Pada bagian kepala atau leher ayam juga ada bercak darah. Daging ayam tiren memiliki resiko mengandung bakteri atau virus berbahaya karena telah mati sebelum dipotong.

  1. Kandungan air

Daging ayam yang terlihat basah dengan air yang menggenang di sekitarnya bisa berarti ayam yang disuntik dengan air. Angkat daging tersebut, dan jika meneteskan banyak air, indikasi tersebut benar. Ditambah lagi daging ayam dengan kandungan air berlebih biasanya tidak empuk dan agak kencang saat ditekan.

  1. Halal dan Memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia

Bagi mayoritas masyarakat di Indonesia yang beragama Islam, salah satu syarat konsumsi adalah halal. Pastikan penjual daging ayam yang dipilih menjual daging ayam yang halal. Namun, dalam soal pemotongan dan penanganan daging ayam, meskipun halal seringkali jauh dari Standar Nasional Indonesia. Karena itu, pilih penjual daging ayam yang telah terbukti dipercaya, bisa mempertanggungjawabkan dan mengikuti standar yang ditentukan dengan baik

 

Source : Lapakdaging.id


Segar Ayamnya Cepat Layanannya
Ada yang bisa kami bantu?